PUCUNGREJO – Pemerintah Desa Pucungrejo bersama Puskesmas Muntilan II melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Bidang Kesehatan Tahun 2026 sebagai forum bersama untuk membahas kondisi kesehatan masyarakat serta menetapkan prioritas penanganan masalah kesehatan di tingkat desa.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Survey Mawas Diri (SMD) yang telah dilaksanakan pada bulan April 2026 secara daring melalui Google Form dengan melibatkan sebanyak 367 keluarga di Desa Pucungrejo. Hasil survei tersebut menjadi dasar dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus merumuskan langkah intervensi yang tepat sasaran.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh tim Puskesmas Muntilan II, terdapat sejumlah temuan yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya, sebanyak 74 persen keluarga telah memiliki kepesertaan BPJS, sementara 26 persen lainnya belum terdaftar. Selain itu, ditemukan pula bahwa 17 persen keluarga memiliki anggota yang menderita hipertensi dan 34 persen penderita belum mengonsumsi obat secara teratur.

Pada aspek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian. Sebanyak 57 persen keluarga masih memiliki kebiasaan merokok dan hanya 62 persen keluarga yang melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kunjungan posyandu bagi usia produktif dan lanjut usia juga dinilai masih perlu ditingkatkan.
Dari sisi kesehatan lingkungan, hasil survei menunjukkan bahwa 12 persen keluarga belum memiliki septic tank dan 1 persen masih melakukan buang air besar di sungai. Sementara itu, dalam bidang kesehatan ibu dan anak ditemukan bahwa 10 persen anak belum memperoleh imunisasi lengkap sesuai usia dan sebagian ibu hamil belum mengikuti kelas ibu hamil.

Berdasarkan hasil pembahasan dan penilaian tingkat urgensi, keseriusan, serta perkembangan masalah, musyawarah menetapkan beberapa prioritas kesehatan desa. Prioritas tersebut meliputi rendahnya pemeriksaan kesehatan berkala, kasus hipertensi dengan kepatuhan minum obat yang masih rendah, belum terpenuhinya imunisasi lengkap pada sebagian anak, serta persoalan sanitasi terkait kepemilikan septic tank dan praktik buang air besar sembarangan.
Melalui forum MMD ini, peserta musyawarah menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut, di antaranya penguatan peran perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam sosialisasi program kesehatan, peningkatan layanan melalui puskesmas keliling, serta dukungan penganggaran untuk sarana pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat.

Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat. Diharapkan, hasil kesepakatan yang telah dirumuskan dapat menjadi dasar pelaksanaan program kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Desa Pucungrejo yang sehat dan sejahtera.